Senin, 17 Desember 2018
Sejarah dan Profil PT. Summarecon Agung
1. Model Pasar Ideal, tahun 2005 dari APPSI Award (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia).
2. Prestasi dalam Kemitraan dan Pengabdian dalam menunjang Pembangunan Perumahan dan Pemukiman tahun 2005 dari Wirabakti Bumi.
3. Summarecon Agung : “A Benhmark of City Developers”, MarkPlus consulting 2009.
4. NewWave Marketing Award 2008 Desember, Oleh MarkPlus.
Saat ini PT. Summarecon Agung menjalin kerjasama dengan hampir semua kontraktor-kontraktor terkemuka di Jakarta sebagai supplier dan konsultan. Kontraktorkontraktor yang telah menjadi rekan kerjasamanya antara lain :
1. Ong & Ong Architect, yang terkenal Cara Mudah Menjadi Arsitek pengembangan hunian terbesar di Singapura.
2. Bias Tekno Art Kreasindo, Konsultan lokal yang karya arsiteknya terkenal sampai ke mancanegara.
3. PT. Decorient Indonesia.
4. PT. Pembangunan Perumahan.
5. PT. Adhi Karya.
6. PT. Multibangun Adhitama Konstruksi.
7. PT. Cakra Inti Agung.
8. PT. Mitra Inti Elektrindo.
9. PT. Wijaya Kusuma Construction.
10. PT. Indosat.
11. PT. Lintas Arta.
12. PT. Biznet.
13. Dll.
Profil Perusahaan
Properti yang telah dikembangkan oleh PT. Summarecon Agung sampai saat ini di Summarecon Kelapa Gading adalah :
1. 30.000 rumah tinggal.
2. Upmarket Bukit Gading Villa residential estate.
3. 2.000 toko di Bulevar Kelapa Gading sepanjang 4 Km.
4. 970 unit apartemen di Wisma Gading Permai.
5. 386 unit apartemen di The Summit, yang selesai pada kuartal pertama 2007.
6. Sentral Kelapa Gading, pusat aktifitas kawasan Kelapa Gading, dengan Mal Kelapa Gading (MKG), Gading Batavia dan La Piazza.
7. Pusat makanan Gading Batavia.
8. Klub Kelapa Gading.
9. Summerville Apartment.
10. Plaza Summarecon.
Kepiawaian Summarecon sebagai pengembang juga dibuktikan dengan pesatnya pertumbuhan kawasan hunian Summarecon Serpong. Sebuah kawasan hunian baru, yang sejak tahun 2004, dirintis pembangunan dan pengembangannya oleh Summarecon dengan luas mencapai 375 ha. Berlokasi di sebelah barat Jakarta, tepatnya terletak 30-40 Km dari Jakarta Pusat dengan akses langsung dari jalan tol Jakarta – Merak menuju pintu utama Summarecon Serpong.
Properti yang telah dikembangkan oleh PT. Summarecon Agung sampai saat ini
di Serpong adalah :
1. 7.000 rumah tinggal.
2. 950 toko.
3. 800 lahan tinggal.
4. Gading Raya Golf Course and Clubhouse.
5. Gading Raya Sports Club.
6. Sentral Gading Serpong dengan Pasar Sinpasa – sebuah pasar tradisional dengan konsep modern, Salsa Food City dan Sentra Bursa Mobil. Sebuah pusat perbelanjaan yang baru, Summarecon Mall Serpong,.
Visi dan Misi PT. Summarecon Agung
Visi :
“Menjadi crown jewel di antara pengembang properti di Indonesia yang secara berkelanjutan memberikan nilai ekonomi yang optimal kepada pelanggan dan pemegang saham, serta juga berperan dalam menjaga lingkungan dan menjalankan tanggung jawab sosial.”
Misi :
1. Mendukung tumbuh-kembangnya kewirausahaan.
2. Mempromosikan Jakarta sebagai daerah tujuan wisata belanja.
3. Memfasilitaskan kehidupan yang seimbang.
4. Melestarikan nilai-nilai keluarga.
5. Memandu transformasi setiap pelanggan kami.
Jumat, 14 Desember 2018
Sejarah Perbankan Syariah dan Bank Syariah Pertama di Indonesia
Perbankan Syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa meng gunakan embel-embel Islam, karena adanya kekwatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-bank ini, yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha - usaha perdagangan masih di negara yang sama, pada tahun 1971, Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama mau pun syariat Islam.
Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi konfe rensi Islam, walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya.IDB menyediakan jasa pinja man berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam. Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an, sejumlah bank berbasis Islam kemudian muncul di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Di Asia-Pasifik, Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit Presiden, dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji.
Sejarah Bank Syariah Pertama di Indonesia
Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cende kiawan Muslim Indonesia dan beberapa pengusaha muslim. Pada saat pertama didirikan terkumpul komitmen pembelian saham sebesar Rp 84 milliar dan pada tanggal 3 Nopember 1991 dalam acara silaturrahmi Presiden di Istana Bogor, dapat dipenuhi dengan total komitmen modal disetor awal sebesar Rp 106.126.382.000.
Dengan modal awal tersebut, pada tanggal 01 Mei 1992, Bank Muamalat Indonesia mulai beroperasi, namun masih menggunakan UU No. 7 tahun 1992, dimana pembahasan perbankan dengan sistem bagi hasil diurai kan hanya sepintas lalu. Bank Muamalat Indonesia sampai September 1999, telah memiliki lebih 45 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Makasar. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. Islamic Development Bank kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 akhirnya dapat bangkit dan menghasilkan laba. Saat ini keberadaan Bank Syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-Undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan
Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi konfe rensi Islam, walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya.IDB menyediakan jasa pinja man berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam. Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an, sejumlah bank berbasis Islam kemudian muncul di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Di Asia-Pasifik, Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit Presiden, dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji.
Sejarah Bank Syariah Pertama di Indonesia
Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cende kiawan Muslim Indonesia dan beberapa pengusaha muslim. Pada saat pertama didirikan terkumpul komitmen pembelian saham sebesar Rp 84 milliar dan pada tanggal 3 Nopember 1991 dalam acara silaturrahmi Presiden di Istana Bogor, dapat dipenuhi dengan total komitmen modal disetor awal sebesar Rp 106.126.382.000.
Dengan modal awal tersebut, pada tanggal 01 Mei 1992, Bank Muamalat Indonesia mulai beroperasi, namun masih menggunakan UU No. 7 tahun 1992, dimana pembahasan perbankan dengan sistem bagi hasil diurai kan hanya sepintas lalu. Bank Muamalat Indonesia sampai September 1999, telah memiliki lebih 45 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Makasar. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. Islamic Development Bank kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 akhirnya dapat bangkit dan menghasilkan laba. Saat ini keberadaan Bank Syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-Undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan
Senin, 10 Desember 2018
Sejarah dan Profil Perusahaan PT Djarum
![]() |
Sejarah dan Profil Perusahaan PT Djarum |
Sejarah Indonesia PT. Djarum adalah perusahaan rokok nasional Indonesia, yang berdiri di kota kudus sejak tahun 1951 sampai saat ini. Indonesia memiliki jumlah perokok terbesar ketiga di dunia sebesar 65 juta perokok.3 Namun, sampai sekarang produknya masih dianggap kontroversial, karena rokok dianggap sebagai produk pembunuh. Hal ini sesuai dengan tagline resmi dari pemerintah untuk setiap produk rokok yakni “Merokok Membunuhmu”4. Indonesia menempati urutan ke - 7 terbesar jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker (188.100 orang)5 dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menyatakan 90% kanker disebabkan oleh rokok. baik perokok pasif maupun aktif. Tahun 2009 Perusahaan rokok dianggap sebagai “bad guy”oleh Altria Group, sehingga penjualan produk rokok di Amerika serikat menurun 8%. Fenomena degradasi tersebut berujung pada kondisi terancamnya eksistensi perusahaan rokok.
Kondisi tersebut yang menjadikan PT. Djarum berusaha menangani degradasi Opini Public masyarakat dengan membentuk Brand Image PT. Djarum, dengan berusaha menjadikan perusahaan pembunuh jadi penyelamat. Yakni megubah citra dan eksistensi perusahaan yang memiliki produk yang bersifat membunuh menjadi penyelamat dengan berbagai kegiatan menarik dan bermanfaat untuk masyarakat. Tujuan tersebut merupakan suatu bentuk Long Term Profit, yakni terjaganya citra dan nama baik perusahaan dalam jangka waktu yang lama. Dengan tercapainya Long Term Profit dapat dipastikan eksistensi perusahaan akan terpelihara. Citra dan nama baik perusahaan dimata Stakeholder akan membentuk reputasi dimata publik.
Sejarah PT Djarum berawal saat Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Awalnya perusahaan ini hanya dijalankan oleh sekitar 10 orang di jalan Bitingan Baru No. 28 (Sekarang Jalan A.Yani No. 28 Kudus). Oei mulai memasarkan kretek dengan merek "Djarum" yang ternyata sukses di pasaran.
Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 (Oei meninggal tidak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya.
Pada tahun 1969, Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Pada tahun yang sama, Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tanggal 21 April 1970. Saat ini Djarum dipimpin Budi Hartono dan Bambang Hartono, yang dua-duanya merupakan putra Oei.
Sekarang, di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat & Jepang pun perusahaan rokok ini memilki pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi rokok Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20% dari total produksi nasional.
Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor.Kini Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnya pun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia, internet consumer, hiburan, dll. Diversifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium bisnisnya yang sudah dirintis sejak tahun 1951.
Sektor Perbankan
Pada tahun 2007, Budi Hartono bersama kakaknya, Bambang Hartono di bawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke bidang perbankan. Dan menjadi pemegang saham utama, mengendalikan 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data Bank Indonesia pada Desember 2011 nilai aset BCA sebesar Rp. 380,927 triliun
Sektor Properti
Di sektor ini, banyak proyek yang dijalankan di bawah kendali CEO Djarum ini, Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditantangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008. Proyek ini mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah.
Sektor Agribisnis
Di sektor Agribisnis, Budi bersama Bambang memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum.
Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini adalah merk Polytron yang bergerak di bawah bendera Hartono Istana Teknologi. Perusahaan ini telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Tak hanya memproduksi AC, kulkas, produk video & audio, dan dispenser, kini Polytron juga memproduksi ponsel pintar yang baru saja dirilis beberapa bulan lalu.
Sektor Internet Consumer
Sektor Internet Consumer
Salah satu sektor Pofesional di Tempat Kerja dan bisnis yang baru mulai berkembang di Indonesia adalah bisnis online. Group Djarum pun tertarik untuk “menikmatinya” lewat perusahaannya Global Digital Prima Venture (GDP Venture). Dibawah naungan GDP Venture, ada beberapa perusahaan online & e-commerce yang kini terus berkembang, diantaranya adalah Kaskus.com, Blibli.com, Lintas.me, Semut Api Colony Adv, Daily Social, Klix Digital, Infokost.net, Kaspay, Mindtalk, dll.
GDP Venture dikomandani oleh Martin Hartono, putra kedua Budi Hartono.
Sektor Hiburan
Di sektor ini, Djarum Group pun memiliki sebuah Event Organizer profesional yang aktif membuat pertunjukan musik skala nasional, nama EO-nya Megapro Communications. Djarum juga sangat aktif mendukung berbagai perhelatan musik tahunan seperti Java Jazz Festival, Java Soulnation, LA Lights Indiefest, Bandung Berisik, Jakarta Blues Festival, Djakarta Warehouse Project, dan masih banyak lagi event besar lainnya.Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibilities)
Sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, PT Djarum mendirikan Djarum Foundation yang memiliki banyak program dan dikerucutkan ke dalam 5 kategori yaitu: Djarum Bakti Sosial, Pendidikan, Budaya, Lingkungan, dan Olahraga.
Djarum juga dikenal aktif terlibat dalam dunia bulu tangkis. Klub bulu tangkisnya, PB Djarum, telah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma. Dan hingga kini PB Djarum terus aktif membina pemain-pemain muda dan bibit-bibit potensial.
Sejarah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Sejarah Indonesia Pada Tahun 1859, Perusahaan swasta Belanda, Firma L.I. Enthoven didirikan, Kemudian pada tahun 1950 oleh pemerintah Belanda Perusahaan tersebut diberi nama NV Overzeese Gas en Electriciteit Maatschapij (NV OGEM). Namun pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih kepemilikan Firma tersebut dan mengubah nama menjadi Penguasa Perusahaan Peralihan Listrik dan Gas (P3LG). Seiring dengan perkembangan pemerintahan Indonesia, pada tahun 1961 status perusahaan itu beralih menjadi BPU-PLN .
Pada tanggal 13 Mei 1965, berdasarkan peraturan Pemerintah No. 19/1965 perusahaan ditetapkan sebagai Perusahaan Negara dan dikenal sebagai Perusahaan Gas Negara (PGN). Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1984, perseroan berubah status hukumnya dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Perusahaan Umum (Perum) atau perusahaan layanan masyarakat. Setelah itu status perusahaan diubah dari Perum menjadi Perseroan Terbatas yang dimiliki oleh Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 37 tahun 1994 dan Akta Pendirian Perusahaan No. 486 tanggal 30 Mei 1996 yang diaktakan oleh notaris Adam Kasdarmaji, SH. Dua tahun berselang, jalur pipa transmisi Grissik – Duri sepanjang 536 km selesai dibangun pada tahun 1998. Seiring dengan perubahan status perseroan menjadi perusahaan terbuka, anggaran dasar perusahaan diubah dengan Akta notaris No. 5 dari Fathiah Helmi, SH. Tanggal 13 November 2003 yang antara lain berisi tentang perubahan struktur permodalan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat Keputusan No. C-6467 HT 01.04. tahun 2003 tanggal 4 November 2003 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia dengan No. 94 tambahan No. 11769 tanggal 24 November 2003.
Dengan peruabahan menajdi perseroan terbatas. PGN mendapat izin eksklusif untuk mengembangkan dan mendistribusikan gas di Indonesia. Di Tahun 2003, tepatnya 15 Desember 2003, PGN mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode transasksi “PGAS” dan jalur pipa Grissik – Batam – Singapura selesai dibangun dan diersmikan oleh Presiden Indonesia pada waktu itu dan Perdana Menteri Singapura.
Visi dan Misi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) TbkVisi Perusahaan
Pada tanggal 13 Mei 1965, berdasarkan peraturan Pemerintah No. 19/1965 perusahaan ditetapkan sebagai Perusahaan Negara dan dikenal sebagai Perusahaan Gas Negara (PGN). Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1984, perseroan berubah status hukumnya dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Perusahaan Umum (Perum) atau perusahaan layanan masyarakat. Setelah itu status perusahaan diubah dari Perum menjadi Perseroan Terbatas yang dimiliki oleh Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 37 tahun 1994 dan Akta Pendirian Perusahaan No. 486 tanggal 30 Mei 1996 yang diaktakan oleh notaris Adam Kasdarmaji, SH. Dua tahun berselang, jalur pipa transmisi Grissik – Duri sepanjang 536 km selesai dibangun pada tahun 1998. Seiring dengan perubahan status perseroan menjadi perusahaan terbuka, anggaran dasar perusahaan diubah dengan Akta notaris No. 5 dari Fathiah Helmi, SH. Tanggal 13 November 2003 yang antara lain berisi tentang perubahan struktur permodalan. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat Keputusan No. C-6467 HT 01.04. tahun 2003 tanggal 4 November 2003 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia dengan No. 94 tambahan No. 11769 tanggal 24 November 2003.
Dengan peruabahan menajdi perseroan terbatas. PGN mendapat izin eksklusif untuk mengembangkan dan mendistribusikan gas di Indonesia. Di Tahun 2003, tepatnya 15 Desember 2003, PGN mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode transasksi “PGAS” dan jalur pipa Grissik – Batam – Singapura selesai dibangun dan diersmikan oleh Presiden Indonesia pada waktu itu dan Perdana Menteri Singapura.
Visi dan Misi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) TbkVisi Perusahaan
Menjadi perusahaan energi kelas dunia dalam pemanfaatan gas bumi.
Misi Perusahaan
Meningkatkan nilai tambah Perusahaan bagi stakeholder melalui: Penguatan bisnis inti di bidang transportasi, niaga gas bumi dan pengembangannya. Pengembangan usaha pengolahan gas. Pengembangan usaha jasa operasi, pemeliharaan dan keteknikan yang berkaitan dengan industri migas. Profitisasi sumber daya dan aset perusahaan dengan mengembangkan usaha lainnya.
Kamis, 06 Desember 2018
Sejarah dan Profil Perusahaan PT. Indosat Tbk
PT Indosat Tbk didirikan dalam rangka menindaklanjuti Undang- Undang Penanaman Modal Asing No. 1 Tahun 1967 berdasarkan akta notaris Mohamad Said Tadjoedin, S.H. No. 55 tanggal 10 November 1967 di Negara Republik Indonesia. Akta pendirian ini diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 26 tanggal 29 Maret 1968, Tambahan No. 24. PT Indosat Tbk. yang didirikan sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di bidang penyelenggaraan jasa telekomunikasi internasional di Indonesia pada tahun 1967.
Sejak tahun 1969 PT. Indosat Tbk telah menjadi perusahaan komersial dengan membangun, mentransfer dan mengoperasikan Satelit Organisasi Telekomunikasi Internasional, atau Intelsat, stasiun bumi di Indonesia untuk mengakses satelit Intelsat Daerah Samudera Hindia. Pada tahun 1980, Pemerintah Indonesia mengambil alih seluruh saham Indosat, sehingga sejak periode itu Indosat beroperasi sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersifat monopoli untuk penyelenggaraan jasa telekomunikasi Internasional.
Adapun detail dari dinamika perjalanan PT. Indosat Tbk adalah sebagai berikut
1967 : Indosat didirikan sebagai perusahaan penanaman modal asing pertama di Indonesia yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional melalui satelit internasional.
1980 : Indosat berkembang menjadi perusahaan telekounikasi internasional pertama yang dimiliki 100% oleh pemerintah Indonesia.
1994 : Menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange. Pemerintah Indonesia memiliki 65% dan publik memiliki 35% saham
2001 : - Mengambil alih saham mayoritas satelindo, operator selular dan SLI di Indonesia.
- Mendirikan PT. Indosat Tbk Multimedia Mobile (IM3) sebagai pelopor jaringan GPRS dan layanan multimedia di Indonesia.
2002 : Pemerintah menjual 8,10 % saham PT. Indosat Tbk ke publik dan selanjutnya menjual 41,94% kepada Singapore Technologies Telemedia Pte. LTd (STT). Selanjutnya komposisi saham adalah 15% pemerintah Indonesia, 41,94% STT, dan 43,06% saham Indosat.
2003 : Bergabung dengan ketiga anak perusahaan yaitu Satelindo, IM3, dan Bimagraha, untuk menjadi operator selular terkemuka di Indonesia.
2006 : Meraih Lisesi jaringan 3G dan memperkenalkan layanan 3.5 G di Jakarta dan Surabaya
2008 : Saham Indosat secara tidak langsung diakuisisi oleh Qatar Telecom (Qtal) Q.S.C melalui Indonesia Communications Limited (ICLM) dan Indonesia Communication Ltd. (ICLS) sejumlah 40,81%. Sehingga pemerintah mempunyai 14,29% dan publik mempunyai 44,90%.
2009 :
-Qtel membeli saham seri B sebanyak 24,19% dari public sehingga menjadi pemegang saham mayoritas Indosat dengan kepemilikan sebesar 65%. Selanjutnya Indosat dimiliki oleh Qatar Telecom (Qtel) Q.S.C atas nama Ooredoo Asia Pte. Sehingga komposisi saham Qtel 65% Pemerintah Indonesia 14,29% dan publik 20,71%. Jumlah kepemilikan 65% oleh Qtel sejalan dengan PERPU No 111 Th 2007 tentang penyelenggaran jaringan telekomunikasi untuk jarignan yang bergerak baik pada seluler maupun satelit, sedangkan kepemilikan modal asing dibatasi 65%. Indosat memperoleh lisensi tambahan frekuensi 3G dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan anak perusahaan IM2 memenangkan tender untuk lisensi WIMAX yang diadakan pemerintah.
- Meluncurkan satelit palapa D menuju orbt 113 BT, satelit ini mengantikan satelit palapa-C2 yang akan habis masa operasinya pada 2011
2010 : Memulai tranformasi menyeluruh untuk menjadi perusahaan yang lebih fokus dan efisien melalui restrukturisasi organisasi, modernisasi dan ekspansi jaringan selular.
2012 :
-Momentum untuk maju sebagai organisasi berfokus pada pelanggan yang mencapai 58,5 juta pelanggan yang didukung oleh peningkatan jaringan serta inovasi produk yang berkerlanjutan.
- Penjualah 2500 tower Indosat ke TBIG dan menyewakannya kembali. Adapun nilai transaksinya adalah sebesar US$ 406 Juta.
2013 : Keuntungan Indosat untuk tahun 2012 dilaporkan merosot 50% dibandingkan tahun 2011 dikarenakan biaya operasional walaupun pendapatan dari layanan komunikasi telepon genggam naik. ISAT memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ISAT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 103.550.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Oktober 1994. Selain BEI ISAT juga melakukan penawaran Bursa Efek Surabaya, dan Bursa Efek New York (New York Stock Exchange -NYSE). Hal ini menjadikan Indosat sebagai BUMN pertama yang sahamnya tercatat di pasar modal Indonesia dan Amerika Serikat atau yang lebih dikenal dengan istilah ”Dual Listing”.
Saat ini, pemerintah Indonesia memiliki 14,29% saham ISAT, sedangkan mayoritas saham dikuasai oleh Ooredoo Asia Pte Ltd (Qatar Telecom) sebanyak 65%. Sisanya sekitar 20,71% beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika mengacu pada harga saham sekarang (30-Juni-2014) adalah Rp 3.685, maka untuk menjadi pemegang saham mayoritas pemerintah harus memiliki minimal 51% saham indosat (syarat mimnal). Dengan kepemilikan sekrang 14.29% pemerintah perlu membeli 36,71% lagi dimana pemerintah perlu menyiapkan dana Rp 7.35 triliun. Option ke dua adalah dengan membeli 65% milik Ooredoo Asia. Untuk Option ini maka pemerintah harus menyiapkan dana Rp 13,015 Triliun. Dengan 2 pilihan tersebut, harga itu lebih tinggi dari dana yang didapat oleh pemerintah waktu menjual 41,9% sebesar Rp 5,62 Triliun.
Visi Dan Misi Perusahaan
Visi PT. Indosat Tbk adalah “Menjadi Pilihan Utama Pelanggan untuk Seluruh Kebutuhan Informasi dan Komunikasi”. Sedangkan untuk merealisasikan visi ini, misi perusahaan yang
ditargetkan adalah :
1) Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan, dan solusi inovatif dan bermutu tinggi yang menawarkan nilai terbaik bagi pelanggan kami.
2) Meningkatkan secara terus menerus nilai pemegang saham.
3) Mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi pemangku kepentingan kami.
Sejarah dan Profil Perusahaan PT. Bank Mandiri Tbk
Bank Mandiri merupakan bank yang telah beroperasi selama 15 tahun. Bank Mandiri adalah bank hasil upaya pemerintah merestrukturasi perb...

















