Catatan Masa Lampau

Sejarah, atau dalam bahasa Inggris disebut history, adalah ilmu yang di dalamnya mempelajari masa lampau. Dalam suatu riset seorang sejarawan atau ahli sejarah melakukan beberapa tahapan dalam melakukan penelitian sejarah, yaitu tahap heuristik (pencarian data), verifikasi (peninjauan ulang), interpretasi (penerjemahan), dan historiografi (penulisan).

Bidang profesional

Sejarah adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, tarikh, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Wikipedia

History Lampau pada Zaman batu tua

Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, di semua daerah di Bumi, dirunut dari era Paleolitikum (zaman batu tua). Berbeda dengan sejarah Bumi (yang mencakup sejarah geologis Bumi dan era sebelum keberadaan manusia), sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologi dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini.

Zaman Prasejarah

Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan "Manusia Jawa" yang berusia 1,7 juta tahun yang lalu.

Sejarah Umat Manusia

Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, di semua daerah di Bumi, dirunut dari era Paleolitikum (zaman batu tua). Berbeda dengan sejarah Bumi (yang mencakup sejarah geologis Bumi dan era sebelum keberadaan manusia), sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologi dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini.

Feature Top (Full Width)

Kamis, 29 November 2018

Sejarah dan Profil PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.

Sejarah dan Profil PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.

Sejarah - Pada tanggal 16 Desember 1895, Raden Aria Wirya Atmadja serta kawan – kawan membangun “De Poerkertosche Hulp - en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” (Bank penolong serta tabungan buat priyayi Poerwokerto) dipersingkat jadi “Bank Priyayi Poerwokerto” dengan data otentik yang dibikin oleh E.

Sieburgh, asisten residen tahun 1896, W.P.D de Wolf Van Westorrade, asisten residen Poerwokerto yang menukar E. Sieburgh bersama dengan A. L. Schiff, membangun “De Poerwokertosche Hulp Spaar - en Landbouwcrediet Bank” menjadi kelanjutan dari “De Poerwokertosche Hulp Spaarbank der Inlandsche Hoofden”.

Di tahun 1898 dengan pertolongan dari pemerintah Hindia Belanda didirikanlah Volksbanken atau Bank Rakyat Daerah yang lokasi kerjanya mencakup lokasi administrasi kabupaten atau Afdelling, hingga lalu Volksbanken dimaksud sebagai Afdelingbank. Pada tahun 1912 pemerintah Hindia Belanda membangun Centrale kas yang berperan menjadi Bank Sentra buat volksbanken termasuk Bank Desa.

Menjadi karena krisis dunia tahun 1929-1932 banyak volksbanken yang tidak bisa berjalan dengan baik. Untuk menangani kesusahan itu, jadi pada tahun 1934 didirikanlah Algemenee Volkscrediet Bank (AVB) yang berstatus tubuh hukum Eropa. Modal pertama berasal hasil dari likuidasi Centrale kas ditambah lagi kekayaan bersih volksbanken. Pada jaman pendudukan Jepang, AVB di pulau Jawa ditukar namanya jadi Syoomin Ginko (Bank Rakyat) berdasar pada Undang - undang No. 39 tanggal 3 Oktober 1942.

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, dengan Ketentuan Pemerintah No. 1 tahun 1946 jadi diputuskan berdirinya Bank Rakyat Indonesia menjadi bank pemerintah. Selain itu, pihak Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di Jakarta membangun Kantor Algemeene Volkscredietbank.

Sesudah Ibukota Republik Indonesia pada tahun 1948 yakni Yogyakarta diduduki oleh Belanda, jadi kantor besar Bank Rakyat Indonesia dihapuskan oleh NICA serta Direksi Bank Rakyat Indonesia dipenjarakan oleh Pemerintah Belanda sebab tidak ingin untuk bekerja bersama dengan Algemeene Volkscreiditbank.

Oleh karenanya, untuk sesaat pekerjaan Bank Rakyat Indonesia terhentikan. Dengan tercapainya kesepakatan Roem - Royen, jadi kantor besar Bank Rakyat Indonesia aktif kembali, namun lokasi kerjanya cuma mencakup daerah yang dikembalikan pada Negara Republik Indonesia tahun 1945 (daerah Renville), sedang di daerah yang lain nama Algemeene Volkscredietbank ditukar jadi Bank Indonesia Serikat (BARRIS).

Dengan surat ketetapan yang dikeluarkan oleh Menteri Kemakmuran Republik Indonesia tanggal 16 Maret 1959, Direksi Bank Rakyat Indonesia Negara sisi Republik Indonesia 1945 dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta untuk Membangun Keluarga Bahagia dari Direksi BARRIS. Namun surat ketetapan itu memperoleh memprotes dari beberapa federalis karena dengan riil kantor besar BARRIS belumlah ada, hingga Menteri Kemakmuran Republik Indonesia Serikat meralatnya dengan memberikan Direksi baru itu dengan nama AVB / Bank Rakyat Indonesia.

Ketentuan Bank Rakyat Indonesia PP No. 1 - 1946 di pengaruhi dengan PP No. 25 - 1951 tanggal 20 April 1951 sama dengan PP alternatif UU (PERPU) No. 41 - 1960 tanggal 26 Oktober 1960 LN. No. 128 - 1960 dibuat Bank Koperasi, Tani serta Nelayan (BKTN), dalam bank itu semestinya berturut - ikut dilebur serta diintegrasikan.

1. Bank Rakyat Indonesia dengan PERPU No. 42 tahun 1960 tanggal 26 Oktober 1960.

2. PT. Bank Tani Nelayan berdasar pada PERPU No. 43 tahun 1960 tanggal 26 Oktober 1960.

3. Nedherlands Hindel - Mij (NHM) sesudah dinasionalisasikan dengan PP No. 44 tahun 1960 serta dengan ketentuan Menkeu No. 261206/BUM II tanggal 30 November 1960 diserahkan pada BKTN.

Akan tetapi, belumlah sampai integrasi ke-3 bank pemerintah ini terwujud, Bank - bank umum negara dan Bank Tabungan Pos serta Penpres No. 8 tahun 1965 tanggal 4 Juni 1945 jadikan satu Bank Indonesia. Setelah itu Bank Negara Indonesia Unit II (ex peleburan Bank Rakyat dengan Bank Tani serta Nelayan) dalam keseharian kerja dengan nama Bank Negara Indonesia Unit II Bagian Rural, sedang ex NHM kerja dengan nama Bank Negara Indonesia Unit II Bagian Eksim.

Di akhir tahun 1968 berdasar pada UU No. 14 tahun 1967 mengenai UU Inti Perbankan serta UU NO. 13 tahun 1968 mengenai UU Bank Sentra yang kembalikan manfaat BI menjadi Bank Sentra, Bank Unit II Rural / Eksim dipisahkan jadi bank - bank punya negara dengan nama, yakni :

a. Bank Rakyat Indonesia yang menyimpan semua hak serta keharusan dan kekayaan serta peralatan BNI Unit II Bagian Rural dengan UU No. 21 tahun 1968.

b. Bank Export - Import Indonesia yang menyimpan semua hak serta keharusan dan kekayaan serta peralatan BNI Unit II Bagian Eksim dengan UU No. 22 tahun 1968.


Sesudah beroperasi kurang lebih 103 tahun (16 Desember 1895 s/d 1998) dikeluarkan satu ketetapan yakni diundangkannya UU No. 7 tahun 1992 mengenai Perbankan pada tanggal 25 Maret 1992, jadi berdasar pada masalah 21 ayat 1 UU No. 7 tahun 1992 itu, satu Bank Umum di Indonesia mesti dibuat satu bentuk hukum itu berikut ini:

a. Perusahaan Perseroan (Persero)

b. Perusahaan Daerah

c. Koperasi

d. Perseroan Hanya terbatas.

Berkenaan dengan hal itu, Bank Rakyat Indonesia menjadi Bank Umum yang dibangun dengan UU No. 21 tahun 1968 mesti sesuaikan bentuk hukumnya menurut UU Perbankan ialah Ketentuan Pemerintah No. 21 tahun 1992 mengenai rekonsilasi bentuk hukum Bank Rakyat Indonesia jadi Perusahaan Perseroan (Persero), di mana peralihan bentuk hukum mesti jadi persero ini tidak beralih statusnya menjadi tubuh usaha punya negara. Sama dengan keterangan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S- 1940/MK.01/1992 tertanggal 31 Juni 1992 rekonsilasi bentuk hukum itu dikerjakan dengan akta notaries No. 133 tanggal 31 Juli 1992 yang dibikin oleh serta di depan Muhani Salim, SH Notaris di Jakarta.

Searah dengan bentuk hukum perseroan itu, sudah diputuskan modal basic perseroan sebesar Rp 5.000.000.000.000,- (lima triliun rupiah) terdiri dari 5.000.000 (lima juta) lembar saham, semasing saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah). Dari modal basic itu sudah diambil / diletakkan dalam kas perseroan sekitar 1.000.000 lembar saham, di mana 99,99 persen saham disebut dikuasai oleh Negara Republik Indonesia. Sama dengan masalah 1 akta pendirian No. 133 tertanggal 31 Juli 1992, jadi yuridis penyebutan Bank Rakyat Indonesia menjadi perseroan ialah perusahaan perseroan (Persero) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.

Visi serta Misi Bank Rakyat Indonesia

1. Visi Bank Rakyat Indonesia

Jadi Bank Komersil terpenting yang tetap memprioritaskan kenikmatan nasabah.

2. Misi Bank Rakyat Indonesia

a. Lakukan pekerjaan perbankan yang terunggul dengan memprioritaskan service pada usaha mikro, kecil serta menengah untuk mendukung penambahan perekonomian penduduk.

b. Memberi service sempurna pada nasabah lewat jaringan kerja yang menyebar luas serta di dukung oleh sdm yang profesional dengan melakukan praktik Good Corporate Govermance.

c. Memberi keuntungan serta faedah yang maksimal pada beberapa pihak yang memiliki kepentingan

Sejarah dan Profil Perusahaan PT Bank CIMB Niaga Tbk

Sejarah dan Profil Perusahaan PT Bank CIMB Niaga Tbk

Sejarah - PT Bank CIMB Niaga berdiri pada tanggal 1 November 2008. PT Bank CIMB Niaga adalah hasil merger pada PT Bank Niaga (Persero) Tbk dengan PT Bank Lippo (Persero) Tbk.

Selintas Bank Niaga 

Bank Niaga dibangun pada tanggal 26 September 1955, serta sekarang ini adalah bank ke-7 paling besar di Indonesia berdasar pada asset dan ke-2 paling besar di fragmen Credit Kepemilikan Rumah dengan market share seputar 9-10%. Bumiputra-Commerce Holdings Berhad (BCHB) menggenggam kepemilikan sebagian besar semenjak 25 November 2002, lalu diarahkan pada CIMB Grup, anak perusahaan yang dipunyai seutuhnya oleh BCHB, pada 16 Agustus 2007.

Menjadi salah bank sangat inovatif di Indonesia, Bank Niaga mengenalkan service ATM pada tahun 1987 serta mengaplikasikan skema perbankan online pada tahun 1991. Lebih dari 6.000 karyawan, Bank Niaga tawarkan serangkaian komplet produk serta layanan perbankan, baik konvesional ataupun syariah lewat 256 kantor cabang di 48 kota di Indonesia.

Bank Niaga mempunyai reputasi yang begitu baik di bagian service nasabah serta tata kelola perusahaan, dan sudah melahirkan banyak bankir andal di Indonesia. Lewat jaringan kantor cabang serta ATM yang luas dan keberagaman jalan distribusi perbankan elektronik, Bank Niaga melahirkan service perbankan yang dikemas sesuai dengan hasrat nasabahnya.

Di antara beberapa penghargaan sempat di terima salah satunya rangking pertama untuk Performance Management and Training and Development pada arena HR Execellence Award 2007, dinobatkan menjadi Bank Terunggul oleh Majalah Investor, dan predikat “The Most Consistent Bank in Service Exellence” oleh Marketing Research Indonesia pada tahun 2006.

Saat lima tahun beruntun pada 2003 – 2007, Bank Niaga mendapatkan penghargaan Laporan Tahunan Terunggul untuk kelompok perusahaan swasta public bidang keuangan dalam Annual Report Award.

Selintas Bank Lippo 

Bank Lippo dibangun pada bulan Maret 1948. Menyusul merger dengan PT Bank Umum Asia, Bank Lippo menuliskan sahamnya di Bursa Dampak pada November 1989. Pemerintah RI jadi pemegang saham sebagian besar di Bank Lippo lewat program rekapitalisasi yang dikerjakan pada 28 Mei 1999. Pada tanggal 30 September 2005, sesudah mendapatkan kesepakatan Bank Indonesia, Khazanah Nasional Berhad mengakuisisi kepemilikan sebagian besar di Bank Lippo.

Mulai sejak itu, Bank Lippo berjalan cepat mengaplikasikan taktik perkembangan yang baru, yang didesain untuk membawa Bank Lippo sama dengan bank kelas dunia. Bank Lippo mempelopori service E-Banking di Indonesia. Sekarang ini, Bank Lippo adalah salah satunya bank terpenting di Indonesia dengan hampir 5.000 karyawan, yang mendatangkan produk serta service perbankan berkualitas lewat 401 kantor cabang serta 722 ATM untuk melayani nasabah di lebih dari 120 kota di semua Indonesia.

Proses merger dikerjakan lewat cara Commerce International Merchant Bankers (CIMB) Grup beli 51% saham Bank Lippo yang dipunyai oleh Santubong Ventures, anak perusahaan dari Khazanah. Khazanah sendiri ialah perusahaan besar di bagian keuangan asal Malaysia. Keseluruhan pembelian saham Bank Lippo oleh CIMB Grup Rp 5,9 triliun atau sama dengan 2.1 miliar ringgit Malaysia. Menjadi alternatifnya Khazanah akan mendapatkan 207,1 juta lembar saham baru di Bank Bumiputra.

Commerce Holding Berhad ( BCHB ) yaitu perusahaan pemilik CIMB Grup. 

Semua saham Bank Lippo akan diganti jadi saham Bank Niaga dengan rasio 2.822 saham Bank Niaga per 1 lembar saham Bank Lippo. Semua asset serta keharusan Bank Lippo akan diarahkan ke Bank Niaga. Dalam proses merger itu CIMB tawarkan sarana voluntary serta standby facility yang sangat mungkin pemegang saham minoritas dikedua bank untuk melepas saham mereka serta tidak berperan serta dalam proses merger.

Nilai saham untuk Bank Niaga ialah Rp 1.052 per saham serta Bank Lippo jadi Rp 2.969 per saham. Transaksi formasi CIMB serta Khazanah dalam bank baru itu semasing akan mempunyai 58,7 serta 18,7 %. Bank CIMB Niaga ada untuk selalu meneruskan kebiasaan serta legacy terunggul dari dua bank besar serta terpenting di Indonesia, Bank Niaga serta Bank Lippo. Ke-2 bank itu mempunyai pengalaman yang panjang dalam memberi service sempurna buat beberapa nasabahnya di semua tanah air, hingga makin menguatkan tempat Bank CIMB Niaga dalam lansekap industri perbankan tanah air.

Proses merger menyertakan dua institusi perbankan terpenting di Indonesia yakni Bank CIMB Niaga (setelah itu di ucap Bank Niaga) serta Bank Lippo, jadi Bank CIMB Niaga. Merger ini bermula dari kebijaksanaan BI tentang kepemilikan tunggal di Indonesia, di mana pemegang saham sebagian besar dari Bank Niaga ataupun Bank Lippo pilih merger menjadi pilihan terunggul untuk kebutuhan semua stakeholder. Merger ini membuat bank ke enam paling besar di Indonesia berdasar pada asset. Kombinasi kelebihan ke-2 bank membuat satu bank yang lebih baik serta berkompetisi dan tumbuh di tengah semakin ketatnya pertarungan bidang perbankan Indonesia. Buat CIMB Grup, merger ini akan memperkokoh tempat serta tingkatkan prospek pertumbuhannya menjadi grup usaha terpenting di Asia Tenggara.

PT Bank CIMB Niaga di pimpin oleh Dewan Komisaris serta Dewan Direksi dengan kolektif dari deretan Komisaris serta Direksi Bank Niaga dan Bank Lippo. Bank hasil merger ini akan membuat bank yang disebut bank paling besar ke-lima di Indonesia berdasar pada jumlahnya asset serta tabungan dengan keseluruhan asset Rp 95,2 triliun, keseluruhan tabungan Rp 78,1 triliun serta keseluruhan kantor cabang lebih dari 650 di semua Indonesia (data per 31 Maret 2008). Gagasan merger ini pula searah serta adalah langkah positif yang diambil terkait dengan misi Bank Indonesia (BI) untuk membuat institusi keuangan lokal yang semakin besar serta kuat di Indonesia, di mana perihal ini juga searah dengan Arsitektur Perbankan Indonesia (API).

Visi serta Misi Perusahaan 

Visi CIMB Grup “ Jadi Bank Universal sangat berharga di Asia Tenggara ” 

Misi CIMB Grup “ Jadi Bank terpercaya di Indonesia yang disebut sisi dari Bank Universal terpenting di Asia Tenggara dengan mengerti keperluan konsumen setia, menyiapkan jalan keluar keuangan yang pas serta menyeluruh dan bangun jalinan yang berkepanjangan.”

Jumat, 23 November 2018

Sejarah Singkat Perusahaan PT. BNI Syariah

Sejarah Singkat Perusahaan PT. BNI Syariah

Sejarah Singkat Perusahaan PT. BNI Syariah

Bank BNI Syariah termasuk salah satu pelopor berdirinya dan berkembangnya bank-bank syariah di Indonesia karena Bank BNI Syariah merupakan bank besar yang pertama membuka unit syariah.

1) Tahun 2000
Pada mula Maret 2000 dibuka tim proyek cabang syariah dengan tujuan untuk memperluas segmen pasar. Pada tanggal 29 April 2000 dibuka lima cabang perdana, saat ini telah terdapat 2 cabang syari’ah prima dan 12 cabang reguler dan 14 KCPS. PT.Bank BNI Tbk membentuk Unit Usaha Syariah (UUS) untuk merespon kebutuhan masyarakat terhadap sistem perbankan yang lebih tahan terhadap krisis ekonomi. Dimulai dengan lima kantor cabang yakni di yogyakarta, malang, pekalongan, jepara, dan banjarmasin.

2) Tahun 2002
Tanggal 8 Juli 2002 sejalan dengan peningkatan load business, organisasi unit usaha syari’ah ditingkatkan menjadi Devisi Usaha Syariah (USY). UUS BNI menghasilkan laba pertama sebesar Rp.7,189 miliar dengan dukungan tujuh cabang.

3) Tahun 2003-2004
November 2004 BNI Syariah mendapatkan penghargaan sebagai “the most profitable islamic bank” dari bank Indonesia berkat kinerja Bank BNI Syariah selama 1 tahun 2003. Berturut-turut UUS BNI mendapatkan penghargaan the most profitale bank diantara dua BUS dan delapan UUS.


4) Tahun 2009
Pembentukan tim implementasi bank umum syariah yang akan mentransformasikan UUS BNI menjadi PT.Bank BNI Syariah sebagai implementasi dari UU Perbankan Syariah No.21 tahun 2008 tentang perbankan syariah didukung dengan peraturan bank indonesia No.11/10/PBI/2009 tanggal 19 maret 2009 tentang pemisahan unit usaha syariah dari bank konvensional

5) Tahun 2010
BNI Syariah siap memasuki pasar, awal 2010. Unit syariah Bank BNI resmi melakukan pemisahan (spin off) dari induknya. Para pemegang saham dan dewan komisaris BNI telah menyetujui rencana BNI Syariah itu menjadi bank umum murni syariah. Berdasarkan surat Keputusan Guberbur Bank Indonesia No.12/41/KEP.GBI/2010, PT.Bank BNI Syariah resmi beroperasi sebagai bank umum syariah pada tanggal 19 juni 2010 dengan 27 kantor cabang, 31 kantor cabang pembantu dan 600 kantor cabang BNI konvensional yang selalu triliun,naik 21% dari juni 2010.

6) Tahun 2011
PT. Bank BNI Syariah melakukan laba Rp.66 miliar dengan dukungan 38 cabang, 54 kantor cabang pembantu yang bisa di jangkau dengan Mengendarai Sepeda Motor,4 kantor kas,serta lebih dari 1.000 syariah channeling outlet BNI ( SCO BNI) dengan total aset Rp.8,4 triliun pada akhir desember 2011.

Visi dan Misi Bank BNI Syariah
Visi : Menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja
Misi :
1. Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan
2. Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah
3. Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor
4. Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah
5. Menjadi aturan tata kelola perusahanan yang amanah
Motto : Memberikan yang terbaik sesuai kaidah

Sejarah dan Profil Perusahaan PT. Bank BTPN, Tbk


Panah Leqa - Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) pada awalnya bernama Bank Pegawai Pensiunan Militer (BAPEMIL) dengan status usaha sebagai Badan Perkumpulan yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya, didirikan di Bandung tanggal 05 Februari 1958 oleh 6 orang Purnawirawan ABRI dan seorang Ibu, yaitu : Rd. Ramelie Tjokroadiredjo, M.R.L. Siahaan, Abdul Hamid, Abdurrachman, Moch. Abdul Fattah, Ibrahim Bejk, dan Ibu Rd. Ayu Pandamrukmi Tjokrodiredjo (Sipil). BAPEMIL memiliki tujuan yang mulia yakni membantu meringankan beban ekonomi para pensiunan, baik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia maupun Sipil, yang ketika itu pada umumnya sangat kesulitan bahkan banyak yang terjerat rentenir. Perubahan BAPEMIL menjadi PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Dalam rangka memenuhi ketentuan Undang Undang nomor 14 tahun 1967, tentang Pokok-Pokok Perbankan, pasal 12, ayat (1) dan (2), yaitu bahwa bank harus berbentuk PT, maka pada tanggal 16 Pebruari 1985 BAPEMIL berubah status menjadi PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, dengan ditetapkan 23 orang sebagai Pendiri sekaligus sebagai Pemegang Saham.

BAPEMIL resmi dibubarkan terhitung 31 Maret 1986 dan kegiatan usaha dilanjutkan PT BTPN. Keputusan RUPSLB tanggal 26 Pebruari 1986, bahwa terhitung mulai tgl 1 April 1986 semua hak dan kewajiban. Perkumpulan BAPEMIL yang meliputi Kantor Pusat dan Kantor-kantor cabangnya serta Kantor-kantor Cabang Pembantunya beralih menjadi hak dan kewajiban PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Januari 1987 menjadi anggota ke-66 PERBANAS, SK nomor: 600.1.1987, tanggal 1 Juli 1987. Perubahan Bank BTPN menjadi Bank Umum melalui SK Menteri Keuangan nomor Kep. 0551KM.171 1993 tanggal 22 Maret 1993, tentang Izin Usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional di Bandung. Izin dimaksud meliputi 26 kantor cabang. sebagai bank umum, Bank BTPN memberikan jasa-jasa perbankan, meliputi: Simpanan Giro, Tabungan, Deposito (Deposito berjangka dan Sertifikat Deposito), Pinjaman yang diberikan (Pensiunan, Deposan, Pegawai Aktif /PNS/ABRI/BUMN, serta Kredit Umum), Pelayanan Jasa Bank (kliring, transfer, Inkaso, ATM). Berlakunya Undang-Undang nomor 7 /1992 yang kemudian diperbaharui dengan Undang-Undang No. 1011998, tentang Perbankan, bank menjadi dua jenis yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Akuisisi Saham Bank BTPN, Undang – Undang Nomor I/1995, tentang Perseroan Terbatas, mengharuskan modal ditempatkan dan disetor penuh. Kondisi moneter dampak naiknya kurs dolar di Indonesia mempengaruhi kehidupan perbankan nasional, berdasarkan hasil RUPSLB, maka tanggal 5 Desember 1997 saham milik 23 orang pemagang saham diakuisisi oleh PT. Bank Nasional dan Bakrie Group, dengan komposisi (85%) : (15%). Akta jual beli No. 8 dan 9 oleh Notaris Toety Juniarto, tanggal 5 Desember 1997. Perubahan status Bank BTPN diatas mendapat persetujuan dari Bank Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam Surat Bank Indonesia No.26/UPBD2/Bd tanggal 22 April 1993 yang menyatakan status perseroan sebagai Bank Umum. Pada tahun 2008 Bank BTPN melakukan IPO dan diubah menjadi PT. Bank BTPN, Tbk. Pada tanggal 12 Maret 2008 Bank BTPN melakukan Go Public dengan melepas saham milik pemerintah Republik Indonesia c.q. PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar 28.39%. Tanggal 14 Maret 2008 TPG Nusantara, S.a.r.l mengakuisisi Bank BTPN, sehingga menjadi pemegang saham pengendali.


Visi PT. Bank BTPN, TbkPengembangan jaringan kantor dalam rangka mendukung program peningkatan kualitas dan market share serta pelayanan yang prima kepada nasabah adalah merupakan salah satu kunci keberhasilan PT. Bank BTPN, Tbk.
 
Keberhasilan ini terwujud melalui visi yang telah di tetapkan, yaitu :
“Menjadi penyedia jasa keuangan retail yang terpilih dan penuh kepedulian di Indonesia”.
Berkat kepercayaan yang tinggi dari berbagai pihak, PT. Bank BTPN, Tbk berhasil memfokuskan usahanya pada segmen tertentu yaitu melayani nasabah yang mayoritas para pensiun. Berangkat dari keberhasilan ini PT. Bank BTPN, Tbk juga telah menyusun strategi untuk mengembangkan usahanya dan merangkul nasabah serta deposan baru dengan mendirikan beberapa Ladies Branch yang bertujuan untuk pengembangan bisnis dengan konsep individual banking serta membuka kantor cabang di wilayah timur Indonesia.
 
Misi PT. Bank BTPN, TbkDalam penjabaran visi PT. Bank BTPN, Tbk tersebut diatas maka ditetapkan pula misi PT. Bank BTPN, Tbk sebagai berikut :
  1. Melaksanakan Good Coorporate Governance (GCG) di setiap pengoperasian bisnis PT. Bank BTPN, Tbk
  2. Menyediakan beragam produk dan layanan yang sesuai dengan bisnis PT. Bank BTPN, Tbk kepada nasabah kami
  3. Memberikan pengalaman brand yang penuh arti bagi pemangku kepentingan (stakeholders) PT. Bank BTPN, Tbk setiap saat dimanapun kami berada secara konsisten
  4. Menjamin keamanan, kepercayaan, dan kemudahan akses bagi nasabah PT. Bank BTPN, Tbk melalui penggunaan teknologi mutakhir di setiap bisnis kami.

Kamis, 22 November 2018

Sejarah Rumah Sakit Dr. Ciptomangunkusumo (RSCM)





Panah Leqa - Sejarah RSUPN Dr Ciptomangunkusumo, tidak terlepas dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena perkembangan kedua instansi ini adalah saling tergantung dan saling mengisi satu sama lain. Pada tahun 1896, Dr H.Roll ditunjuk sebagai pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia (Jakarta), saat itu laboratorium dan sekolah Dokter Jawa masih berada pada satu pimpinan. Kemudian tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa diubah menjadi STOVIA, cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.



Dalam bulan Nopember tahun 1919 Pimpinan beserta staf rumah sakit Stadsverband yang terletak di Glodok dipindah ke gedungnya yang baru di Salemba. Penderitanya yang waktu itu berjumlah sekitar 300 orang dipindah dengan truk dalam waktu satu hari. Pada tanggal 19 November 1919 didirikan CBZ (Centrale BurgelijkeZiekenhuis) yang disatukan dengan STOVIA. Sejak saat itu penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kedokteran semakin maju dan berkembang fasilitas pelayanan kedokteran spesialistik bagi masyarakat luas.



Sekitar waktu yang sama School ter Opleiding van Indische Artsen (STOVIA)= Sekolah Dokter waktu itu) secara bertahap juga dipindah ke Salemba disamping nya Rumahsakit. Memang sejak semula Rumahsakit dan STOVIA direncanakan dibangun di satu lokasi yaitu untuk memudahkan STOVIA mendapatkan penderita yang diperlukannya bagi pendidikan dan sebaliknya memudahkan CBZ mendapatkan tenaga spesialis bagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas. Kerjasama ini dimudahkan karena Kepala Bagian STOVIA yang tadinya hanya berkewajiban memberi pendidikan juga diberi tanggungjawab merawat penderita ke bangsal.



Fasilitas Rumahsakit di Salemba jauh lebih lengkap dan sempurna daripada fasilitas yang dimiliki STOVIA sebelumnya. Hal ini memungkinkan STOVIA untuk membuka poliklinik tiap hari yang tadinya hanya dua hari setiap minggu. Failitas Rumahsakit yang memadai inilah kemudian merupakan faktor penting yang memungkinkan STOVIA di tahun 1927 dijadikan Pendidikan Tinggi Kedokteran (Geneeskundige Hoogeschool). Periode sampai pecah perang dunia ke-II ditandai oleh berkembangnya berbagai spesialisasi. Mula-mula jumlah spesialisasi terbatas yaitu Bedah (yang mencakup Obstetri dan Ginekologi), Penyakit Dalam, Saraf, Mata dan Kulit. Kemudian berkembang sebagai spesialisme tersendiri Obstetri dan Ginekologi, Neurologi, Psikiatri, Pediatri dan Radiologi.



Bulan Maret 1942, saat Indonesia diduduki Jepang, CBZ dijadikan rumah sakit perguruan tinggi (Ika Daigaku Byongin). Pendudukan Jepang tidak ditandai oleh perkembangan baru. Nama Rumahsakit diubah menjadi Rumahsakit Perguruan Tinggi dan Geneeskundige Hoogeschool menjadi Ika Dai Gakku. Sewaktu pendudukan Jepang DOKTER MOCHTAR dari Laboratorium Kesehatan Pusat dihukum pancung karena dituduh melakukan subversi dan sabot.



Setelah pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya maka untuk pertama kalinya pimpinan Rumahsakit berada di bawah Bangsa Indonesia sendiri. Mulai saat itu RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) bersama Perguruan Tinggi Kedokteran mempertahankan diri terhadap Belanda yang berusaha untuk berkuasa kembali. Pada bulan Pebruari tahun 1947 Perguruan Tinggi Kedokteran diduduki dengan kekerasan oleh Belanda. Pada peristiwa itu mahasiswa kedokteran SULUH HANGSONO jatuh sebagai korban.



Pada tahun 1945, CBZ diubah namanya menjadi “Rumah Sakit Oemoem Negeri (RSON), dipimpin oleh Prof Dr Asikin Widjaya-Koesoema dan selanjutnya dipimpin oleh Prof.Tamija. Tahun 1950 RSON berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP). Setelah Belanda mengundurkan diri yaitu setelah “Souvereiniteitserkenning” maka Pimpinan Rumahsakit berbalik kembali ke tangan Bangsa Indonesia. Waktu itu Pimpinan menghadapi tugas yang amat berat yaitu membangun Rumahsakit yang telah mengalami disintegrasi akibat pendudukan Belanda dan Jepang.



Selain daripada itu sebagai konsekwensi daripada kemerdekaan Bangsa Indonesia terjadilah perkembanganperkembangan yang dengan sendirinya menimbulkan masalah sebagai berikut: 
(1). Penduduk kota Jakarta meningkat secara luar biasa. Perkembangan penduduk ini disertai oleh meningkatnya pengertian masyarakat mengenai kesehatan. Hal ini menyebabkan bahwa jumlah pengunjung Rumahsakit meningkat sedangkan fasilitas Rumahsakit waktu itu belum sempat diperluas untuk dapat menampung peningkatan ini dengan baik.

(2). Kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran serta adanya “rising demands” daripada masyarakat menyebabkan timbulnya berbagai Spesialisasi dan Superspesialisasi yang dengan sendirinya memerlukan tambahan sarana dan personalia.

(3). Jumlah mahasiswa kedokteran yang sangat meningkat yang pendidikan kliniknya harus ditampung di Rumahsakit.



Selain daripada kesulitan-kesulitan tersebut maka terbatasnya keuangan waktu itu sangat

dirasakan sebagai hambatan bagi perkembangan Rumahsakit dan bagi penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang memadai.



Pada Tanggal 17 Agustus 1964, Menteri Kesehatan Prof Dr Satrio meresmikan RSUP menjadi Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo (RSTM) yaitu nama seorang Dokter dan seorang Pahlawan Nasional. sejalan dengan perkembangan ejaan baru Bahasa Indonesia, maka diubah menjadi RSCM. Pada tanggal 13 Juni 1994, sesuai SK Menkes nomor 553/Menkes/SK/VI/1994, berubah namanya menjadi RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo. Berdasarkan PP nomor 116 Tahun 2000, tanggal 12 Desember 2000,  RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo ditetapkan sebagai Perusahaan Jawatan (Perjan) RS Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dalam perkembangan selanjutnya, Perjan RSCM berubah menjadi Badan Layanan Umum berdasarkan PP.Nomor 23 tahun 2005.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 Badan Layanan Umum yang selanjutnya disebut BLU adalah instansi pemerintah di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan (BLU) bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas dan penerapan praktek bisnis yang sehat. Praktek bisnis yang sehat adalah penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah menajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan berkesinambungan. kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Badan Layanan Umum BLU) bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas dan penerapan praktek bisnis yang sehat. Praktek bisnis yang sehat adalah penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah menajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu dan berkesinambungan.

Sejarah dan Profil Perusahaan PT. Bank Mandiri Tbk

Bank Mandiri merupakan bank yang telah beroperasi selama 15 tahun. Bank Mandiri adalah bank hasil upaya pemerintah merestrukturasi perb...